Kematian tak ubahnya seperti kita mempersiapkan persyaratan mau naik haji atau umroh.Yah persiapan KTP, Surat nikah, KK, Ijazah, surat keterangan dari tempat kerja, semuanya di foto copy dan harus bermaterai. Setelah itu baru didaftarkan kepada petugas Imigrasi, setelah dicek baru si peminat diberi surat permohonan dan disuruh menunggu untuk wawancara hari berikutnya. Pada hari yang ditentukan baru kita wawancara, dan disuruh menungu lagi kira 4-7 hari baru selesai.....waduh sulit amet sich pengurusan keimigrasian Indonesia......apa gak ada jalan lain untuk bisa disederhanakan prosedurnya ?????? sungguh aku berniat dan bernazar, andaikata aku menjadi menteri Humkam insya Allah segala yang bertalian dan tetek bengik persuratan lainnya aku akan permudah...kasihan orang-orang yang antri bukan saja muda-muda, ada lho yang sudah berusia lanjut......kan kasihan berdiri berjam-jam hanya untuk menunggu giliran pengecekan. Kematian juga demikian,....surat-surat yang ada di louh mahfudh Allah perintahkan kepada petugasnya yakni malaikat Izrail untuk segera diproses sesingkat mungkin, kapan ia turun ke bumi ini untuk menjemput kita. Mungkin pagi hari, siang hari atau malam hari. Di kala kaya, miskin, sehat, sakit, tak berdaya semuanya Allah yang berkehendak.Tapi yang jelas kata Nabi saw, 100 hari manusia akan dicabut oleh Allah sesungguhnya yang bersangkutan telah mengetahuinya dan merasakannya bahwa kematian sudah dekat, hanya saja kita-kita yang disampingnya tidak sadar ke arah itu...... sungguh itu semua rahasia Allah SWT. Kematian memang tak seorang pun yang berani menghadapinya, ada-ada saja argumentasi yang dikemukakan, entah itu masih banyak dosa, anak belum gede, belom punya menantu, hutang belum terbereskan dan masih banyak lagi alasan klasik yang di lontarkannya. yang jelas mereka manusia itu takut "MATI" padahal kata Nabi saw. Allah akan mencabut roh seseorang tentunya yang paling baik di mata Allah swt. jadi kalau demukian orang-orang yang lebih awal dipanggilNya adalah termasuk hamba pilihan sementara yang belum tentunya masih jauh dari harapan Allah.......astaghfirullah........ Selengkapnya...
Kamis, 19 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
MENJELANG KEMATIAN...
Ketika dua malaikat itu datang
aku terkapar seorang diri
diatas dipan lapuk di sudut kamar pengap
istriku disampingku
anak-anakku disebelahku
teman-temanku terpaku melihatku
dengan sesajian ayat-ayat alquran
aku sendiri berdialog dengan sang tamu tersebut
aku dituntun keduanya
asyhadu alla ilaaha illah Allah
waasyhadu anna Muhammadar Rasulullah
terkesiap angin sorgawi
menyapu dadaku satu-satu
sambil tersenyum aku lambaikan
tangan dan wajahku ke hadiratNya
sementara para sahabat berdiri kaku
tak percaya bahwa aku sudah dalam pelukan
Ilahi....
Senin, 26 Desember 2011
TAHUN BARU KUKENANG DIKAU........
Lima puluh tahun yang lalu, Allah swt. lewat sosok Ibu yang sangat sederhana lahirlah diriku sebagai seorang bayi yang seperti anak kebanyakan. Aku menangis mengisyaratkan bahwa aku butuh setetes air susu Ibu. Namun Ibu masih tergelepar seorang diri, berlumur darah dan nafas yang terengah-engah. Hanya seorang nenek tua membantunya ala kadarnya. Dialah satu-satunya harta yang tak ada bandingannya di mataku saat ini. Tak ada harta apapun yang mampu menggantikannya, antara hidup dan mati. "Allahumaghfir laha war hamha wa'afiha wa' fua'anha". Do'a seperti ini yang dulu pernah ust. aku mengajarkan padaku, disetiap ba'da shalat aku lantunkan do'a ini, sekedar pengganti daya upaya beliau 56 tahun yang lalu. Bertahun-tahun rasanya beliau berdua tak pernah merasakan kebahgiaan hidup di dunia, kesehariannya selalu dihadang oleh ketidakpastian, kekurangan, kesedihan, kemelaratan, air mata, peluh, rasa penat yang mengkungkungnya seakan tak dirasakannya Allahu Akbar...Subhanallah' Hari ini aku mengenangnya, 1 januari tepatnya tahun seribu sembilan ratus lima puluh enam tahun yang lalu, pertama kali aku mengenal dunia ini.Dengan jerih payah, aku dibesarkan dengan do'a dan kepasrahan kepada Allah swt.Tak ada cita-cita yang tertancap di kalbunya agar anaknya menjadi orang besar, pejabat, konglomerat....tidak, yang ada adalah senandung do'a yang diajarkan oleh KH.Jauhari Khatib (Alm)"Jadikan anak-anak kami anak yang shalih, bermanfaat di dunia dan akhirat." Sebuah lantunan do'a yang biasa............namun dibalik do'a tersebut ada sesuatu yang lain dari do'a-do'a yang lainnya. Kini aku sudah menginjak usia 56 tahun, dengan seorang istri dan empat orang anak. Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan pendidikan S.2, sementara Istriku sudah selesai S.1, anak pertamaku juga menyelesaikan pendidikan hingga S.2 dan alhamdulillah Allah pertemukan dengan sosok wanita sebagai istrinya juga alumni S.2 UI. sementara yang kedua, sudah menyelesaikan S.1 dan yang ketiga baru smester VII, dan yang bontot baru SD kelas II, alhamdulillah......Engkau anegerahkan kemudahan bagi keluarga kami....aku yakin bahwa semua ini berkat do'a Ayahku dan Ibuku (alm).Terima kasih ayah, terima ksih Ibu....semoga kau berdua ditempatkan disisiNya. amien. Selengkapnya...
DUA JALAN.......
DUA JALAN......
Kehidupan manusia di dunia yg serba fana ini, pastilah akan bertemu dengan yang namanya kesulitan dan kemudahan, kesedihan dan keceriaan,keberuntungan dan kerugian, kebahagiaan dan kesengsaraan, itulah yang namanya sunnatullah. Tapi ada juga sosok manusia yang sombong dan takabbur kepada sang pencipta alam ini juga kepada kanjeng nabi Muhammad saw. Sangat keterlaluan memang, tapi mau dikata apa,mereka berargumentasi bahwa segala kesuksesan, kekayaan, martabat, pangkat yang mereka raih katanya hasil dari usaha dan jerih payahnya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan-Nya. Sungguh keterlaluan manusia semacam ini.Bagi manusia yang berakal,-ulul albaab- tentulah akan menyadari sepenuhnya bahwa sesuatu yang kita raih saat ini tidak terlepas dari campur tangan Alah SWT.Kita jadi orang kaya, jadi pejabat, jadi konglomerat, jadi konsultan, praktisi hukum dan lainnya, itu semua adalah kehendak Tuhan setelah kita berupaya sekuat tenaga, "Fa idza 'azamta fatawakkal 'alallaah".
Jumat, 23 Desember 2011
DERITA BERKEPANJANGAN...
Siapa sich yang mau dibelit penderitaan berkepanjangan ???? aku kita di dunia ini gak mngki ada seorang manusia menginginkannya. Mungkin ada satu dua..tentunya orang yang tidak waras. Penderitaan itu bisa muncul karena ulah diri kita sendiri....sebab kata Allah," Allah tidak akan merobah nasib seseorang jika dia tidak merobah dirinya sendiri." Ya mungkin banyak anak manusia menderita karena kebodohannya, ada juga karena kemalasannya, atau karena idak mampu berkomunikasi, yach akibatnya penderitaan demi penderitaan datag bertubi-tubi. Karenanya mulai saat ini mari kita berjuang dalam hidup ini sekuat mungkin agar yang namanya penderitaan itu tidak mendekati kita. Semoga imbauan ini menjadi cemeti bagi kita untu perjalanan panjang kita. amin. Selengkapnya...