Berbicara tentang kasih pastilah akan kita bahas pula tentang sayang. sebab dua kata ini antara kasih dan sayang akan kita temui di setiap denyut kehidupan kita di alam yang fana ini. Tanpa rasa kasih dan sayang sudah sewajarnya manusia itu akan hampa dalam hidupnya. Bayangkan bagaimana kita sebagai ayah atau ibu di sebuah biduk rumah tangga jka didalamnya tak ada rasa kasih sayang. apa yang akan bakal terjadi.Maka tidak aneh jika kita dengar dari berbagai mass media ada seorang suami berani berselingkung dengan orang lain, sementara istrinya menunggu di rumahnya dengan penuh pengabdian yang tulus, ini kan akibat terkelupasnya rasa kasih sayang diantara keduanya.Ada pula sepasang remaja yang sedang dimabuk asmara, salah satunya berani membohongi pasangannya dengan berbagai dalih dan argumentasi, yang pasti hal ini bisa terjadi akibat retaknya kasih sayang diantara keduanya. Dari pengalaman dan hipotesa yang terjadi bisa kita bayangkan bahwa "Kasih" dan "Sayang" Allah tak ada duanya untuk kita harapkan dan kita idam-idamkan. Kehidupan yang hakiki semestinya memang dipunyai oleh setiap insan ciptaan Allah.Tapi adakalanya ada manusia yang sombong dan takabbur kepada nikmat Allah SWT. padahal kata Allah dalam firmanNya,"Lain syakartum la azidannakum, walain kafartum inna adzabi lasyadied," Jika kamu bersyukur dengan nikmat Allah, pastilah Dia akan menambah dengan nikmat lainnya, dan jika kufur dan gak mau mensyukurinya..ingatlah bahwa siksa Allah sangat pedih. Selengkapnya...
Selasa, 07 Februari 2012
Jumat, 20 Januari 2012
MENDIDIK DIRI SENDIRI......
Mendengar kata "mendidik" kedengarannya angker sekali, bayangkan tugas mendidik itu kan bukan sembarang orang....palin tidak yang sudah belajar tentang kepribadian, tekhnik mendidik, psikologi anak dan lain sebagainya. Yang sudah belajar bertahun-tahun saja masih ada saja yang kurang berhasil, entah apa yang salah, apa gurunya, atau lingkungannya, atau muridnya yang kurang antusias dalam belajar, banyak jawaban yang mendukung pada pertanyaan yang meragukan itu.
SANDIWARA KEHIDUPAN...............
Kalau kita cerna dan direnungkan....sungguh kehidupan ini mbak anak kecil yang bermain gunung-gunungan pasir di pinggir pantai. Bayangkan, mereka bersibuk-sibuk mengumpulkan pasir sebagai bahan mainannya, dengan susah payah mereka bangun gunung-gunungannya sesuai dengan kehendak mereka, tapi sesaat kemudian hancur berantakan disapu ombak yang datang gak kompromi dengan hasil karya mereka. Tapi anak-anak tertawa ria, senang, merasa puas........tapi ada pula yang bersedih hati, sebab mainannya [gunung-gunungannya] belum selesai. Itulah kehidupan yang fana in......
Karenanya, marilah dalam mengisi kehidupan ini, perbanyaklah ibadah kepada Allah, dalam artian ibadah dari sudut manapun sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bukankah ibadah itu tidak hanya shalat ansich ?????? masih banyak wajah-wajah ibadah lainnya yang menunggu kreatifitas kita, seperti membantu anak yatim, memberi makan orang miskin, membangun mushalla, memperbaiki jalan setapak, menuntun atau menyebrangkan nenek/kakek2 yang hendak menyebrang, mengajari anak-anak tetangga mengaji, wudlu', shalat dan lain sebagainya. Insya Allah jika semua ini kita lakukan dengan sepenuh hati alias ikhlas....pastilah Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda pahala, dan yang tak kalah pentingnya lagi, kita akan tergolong pada hamba yang selalu bersyukur "'Abdan syakuuraa".
Kamis, 19 Januari 2012
PASPORT KEMATIAN........
Kematian tak ubahnya seperti kita mempersiapkan persyaratan mau naik haji atau umroh.Yah persiapan KTP, Surat nikah, KK, Ijazah, surat keterangan dari tempat kerja, semuanya di foto copy dan harus bermaterai. Setelah itu baru didaftarkan kepada petugas Imigrasi, setelah dicek baru si peminat diberi surat permohonan dan disuruh menunggu untuk wawancara hari berikutnya. Pada hari yang ditentukan baru kita wawancara, dan disuruh menungu lagi kira 4-7 hari baru selesai.....waduh sulit amet sich pengurusan keimigrasian Indonesia......apa gak ada jalan lain untuk bisa disederhanakan prosedurnya ?????? sungguh aku berniat dan bernazar, andaikata aku menjadi menteri Humkam insya Allah segala yang bertalian dan tetek bengik persuratan lainnya aku akan permudah...kasihan orang-orang yang antri bukan saja muda-muda, ada lho yang sudah berusia lanjut......kan kasihan berdiri berjam-jam hanya untuk menunggu giliran pengecekan. Kematian juga demikian,....surat-surat yang ada di louh mahfudh Allah perintahkan kepada petugasnya yakni malaikat Izrail untuk segera diproses sesingkat mungkin, kapan ia turun ke bumi ini untuk menjemput kita. Mungkin pagi hari, siang hari atau malam hari. Di kala kaya, miskin, sehat, sakit, tak berdaya semuanya Allah yang berkehendak.Tapi yang jelas kata Nabi saw, 100 hari manusia akan dicabut oleh Allah sesungguhnya yang bersangkutan telah mengetahuinya dan merasakannya bahwa kematian sudah dekat, hanya saja kita-kita yang disampingnya tidak sadar ke arah itu...... sungguh itu semua rahasia Allah SWT. Kematian memang tak seorang pun yang berani menghadapinya, ada-ada saja argumentasi yang dikemukakan, entah itu masih banyak dosa, anak belum gede, belom punya menantu, hutang belum terbereskan dan masih banyak lagi alasan klasik yang di lontarkannya. yang jelas mereka manusia itu takut "MATI" padahal kata Nabi saw. Allah akan mencabut roh seseorang tentunya yang paling baik di mata Allah swt. jadi kalau demukian orang-orang yang lebih awal dipanggilNya adalah termasuk hamba pilihan sementara yang belum tentunya masih jauh dari harapan Allah.......astaghfirullah........ Selengkapnya...
Selasa, 17 Januari 2012
MENJELANG KEMATIAN...
Ketika dua malaikat itu datang
aku terkapar seorang diri
diatas dipan lapuk di sudut kamar pengap
istriku disampingku
anak-anakku disebelahku
teman-temanku terpaku melihatku
dengan sesajian ayat-ayat alquran
aku sendiri berdialog dengan sang tamu tersebut
aku dituntun keduanya
asyhadu alla ilaaha illah Allah
waasyhadu anna Muhammadar Rasulullah
terkesiap angin sorgawi
menyapu dadaku satu-satu
sambil tersenyum aku lambaikan
tangan dan wajahku ke hadiratNya
sementara para sahabat berdiri kaku
tak percaya bahwa aku sudah dalam pelukan
Ilahi....