1. Hidup saya berubah jika saya berubah.
2. Pikiran dan hati saya adalah aset terbaik.
3. Citra diri sangat penting bagi saya agar tetap dapat merasa bahagia.
4. Bermurah hati dalam memberikan pujian, pad semua orang.
5. Memaafkan itu membawa kebahagiaan.
6. Kesempurnaan itu mahal dan kesalahan adalah masukan.
7. Berfikir miskin, tetap miskin, Berfikir kaya, tetap kaya.
8. Kegagalan adalah sebuah peluang.
9. Jangan lupakan anugerah yang pernah anda terima.
Ini baru rumus, selebihnya tergantung pada niat kita masing-masing. Sebesar apa usaha seseorang, sebesar itu pula apa yang akan diterimanya. Artinya, Syariat menusia itu sangatlah perlu dalam kehidupan kita. Sekalipun ada pepatah mengatakan "Man proposes and God diposes" - " Al-Insaanu bit tafkir, Wa allah bit tadbir."-Manusia itu hanya mampu berencena, tapi yang pasti segalana penentunya adalah tergantung pada Allah SWT, Yakin itu...!!!!!
Selasa, 22 Februari 2011
KUNCI KEBAHAGIAAN......
Sabtu, 19 Februari 2011
MENYEMAI BERKAH.........
Sungguh bahagia seseorang yang mampu membuka kehidupan kesehariannya dengan membaca ayat-ayat-Nya. Hatinya pasti damai, perasaannya tentram, perjalanan hidupnya akan dijaga oleh Allah SWT. dan yang pasti keberkahannya akan berlimpah dalam hari itu, tentunya semenjak matahari terbit hingga menjelang terbenam di ufuk barat.
Tapi yang sangat disayangkan masih banyak diantara kita yang belum mampu memaksimalkan kesempatan hidup itu sebaik-baiknya, semisal mereka tidak peka untuk mengisi waktu untuk membaca ayat-ayatNya walau hanya seayat. Rasanya perjalanan hidupnya semata-mata disibukkan dengan urusan duniawi belaka. Padahal waktu yang Allah berikan pada kita hari ini, tidak akan diberikan lagi dikemudian hari, hari ini ya harus dimanfaatkan untuk hari ini saja,
Dalam bahasa agama orang yang mampu memaksimalkan waktu yang demikian itu adalah sosok insan yang telah memasuki dirinya ke garis ketakwaan yang diimbaukan oleh Allah SWT. Coba anda perhatikan QS. Al-A'raf : 96, "Dan sekianya penduduk Negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami akan siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka telah kerjakan." Perlu diingat,bahwa Allah SWT. senantiasa memberikan cobaan, peringatan, musibah, ujian kepada hambaNya yang dikehendakiNya, dan ternyata semua itu Allah selalu turunkan pada malam hari, lihat saja QS. Al-A'raf ayat 97,"Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur ?"
Atau hati-hati pada pagi hari, sebab Allah menurunkan peringatannya itu bisa malam atau di pagi hari, oleh sebab itu berhati-hatilah di waktu pagi. Wajar kalau kanjeng Nabin kita Muhammad saw. menganjurkan kepada umatnya untuk membiasakan shalat sunnah dhuha dua rakaat setiap hari, ini tentunya dalam rangka untuk mempermudah jalannya kemudahan yang Allah akan Dia berikan pada hambaNya. QS. Al-A'raf :98,"Atau apakah penduduk negeri merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain ?". Percayalah semua itu telah Allah tuliskan pada setiap dinding qadha dan qadarnya kita masing-masing.
Kamis, 17 Februari 2011
BINAUL 'IZZAH...[MEMBANGUN HARGA DIRI]
Upaya untuk membangun harga diri dari setiap individu Muslim tidak semudah yang kita bayangkan. Tentunya memerlukan dan membutuhkan suatu perjuangan yang sangat berat dan konsistensi. Rumusnya adalah......
Sebagaimana yang dirumuskan oleh Allah SWT,dalam firmanNya QS. 3:104, "Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung," Dalam footnote yang saya temui, makna "Makruf" itu adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan "Munkar" segala perbuatan yang menjauhkan kita dari padaNya,.Sementara dilain ayat Allaf SWT menjelaskan, "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar......[QS.Ali Imran : 110]. Dari dua argumentasi yang sangat sakral ini bisa kita petik pelajaran, bahwa membangun harga diri itu, yah harus dari kitanya sendiri, bukan dari pihak luar, "Ibda' bi nafsika."
Dengan upaya selalu ingin membangun harga diri, Allah telah mempersiapkan segala kemudahan dan pertolonga bagi mereka, diantaranya adalah, kemuliaan, keutamaan, kemudahan dan lain sebagainya, lihat saja FirmanNya QS, Al-Isra' : 70." Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." Dan di lain ayat Allah SWT perjelas, "Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan]mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan bathin."[QS. Lukman:20.] Insya Allah dengan upaya ini, kita akan selalu dalam rel Nya dan pada akhirnya Allah akan membantu kita dari segala kebutuhan dan kemauan kita . amien....
J . A . H . A . T .............
Pada dasarnya sifat azali manusia itu adalah "Jahat", yah jahat pada diri sendiri, jahat pada sahabat, jahat pada kekasih hati, jahat pada guru, jahat pada orang tua, dan masih banyak lagi kejahatan lainnya....
Sebetulnya sifat jahat itu tak perlu kita terus menerus 'semai' dalam kalbu kita, kalau perlu basmi sampai ke akar akarnya. Karena dengan tabiat jahat, banyak orang lain yang dirugikan. Dulu waktu kita kecil sering berbuat jahat antar teman, membuat lobang di depan rumah kita, didalamnya kita isi batu-batu tajam dan tai kotok agar nanti jika teman-2 lainnya melewati depan rumah terperosoklah kakinya, dan sudah pasti kakinya belepotan tai kotok itu.hahahahahahahahahahah masa-masa kecil yang indah. Itu bukan perbuatan jahat, usil namanya....maklum kelakuan anak kecil......Tapi lain lagi jika sekarang kita yang sudah berkeluarga, ataupun yang sudah berusia puluhan tahunan masih berprilaku jahat, sangat aneh dan ganjil kedengarannya, Semisal....masih ada tetangga kita membuang bangkai tikus ke halaman rumah kita, dengan harapan kaleee, biar bau busuknya dinikmati penghuni rumah tersebut. Wah ini namanya kejahatan yang tidak bisa kita tolerir apalagi pada kacamata agama,
Allah dalam firmannya QS. Fathir : 43 menjelaskan,"......Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri......." Kalau demikian, maka bersabarlah bagi orang yang selalu dijahati oleh orang lain, sebab kelak kejahatannya itu akan menimpa dirinya sendiri, ini Firman Allah lho....yach kita harus percaya dan meyakininya seyakin yakinnya. Jika tidak apalah artinya kita bersujud padaNya sehari semalam, apalah artinya kita ke haji, berpuasa, bersedekah, berinfak dan sebagainya, jika kita tidak mempercayai apa yang difirmankan-Nya ??????
Makanya jangan marah jika ada orang menyamakan kita dengan Ahmadiyah....
Saudaraku.....berlakulah baik dengan sesama, jika memang kita tidak bisa yah berusahalah untuk diam, sekalipun tindakan semacam itu termasuk pada golongan orang-orang yang memiliki keimanan yang lemah, "Min adl'aafil Iman".
Selengkapnya...
Rabu, 16 Februari 2011
MAKNA ISLAM
Tak sedikit sahabat kita mengaku seorang Muslim (beragama Islam), namun kesehariannya tidak mencerminkan sosok Muslim yang sesuai dengan aturan Alquran dan As-Sunnah.Untuk membantu pemahaman dan menambah perbendaharaan ke-islaman, maka perlu anda ikuti tulisan ini selengkapnya....
Dalam tinjauan alquran, makna Islam secara lafaz bermakna, pertama, menundukkan wajah, lihat QS. 4:125,"Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." yang kedua, adalah bermakna berserah diri, lihat QS. 3:83, "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadanyalah menyerahkan diri segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan." Yang ketiga bermakna, suci bersih, lihat QS. 26-89."Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." Yang keempat bermakna, Selamat sejahtera, lihat QS.6:54."sedangkan yang kelima bermakna Perdamaian. lihat QS.47:35."Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu."
Sementara kalimat Islam sebagai ad dien, lihat QS. 3:19, 85. Wahyu Ilahi QS.2:138, 21:7. Agama Nabi dan Rasul,QS.2:136, 3:84. Hukum-hukum Allah,QS.5:48-50. Jalan yang lurus,QS.6:153. Keselamatan dunia akhirat,QS. 16:9, 2:200, 28:77. Semoga kita mampu melaksanakan keislaman ini secara kaffah dan universal. amien
Selengkapnya...