Lima puluh tahun yang lalu, Allah swt. lewat sosok Ibu yang sangat sederhana lahirlah diriku sebagai seorang bayi yang seperti anak kebanyakan. Aku menangis mengisyaratkan bahwa aku butuh setetes air susu Ibu. Namun Ibu masih tergelepar seorang diri, berlumur darah dan nafas yang terengah-engah. Hanya seorang nenek tua membantunya ala kadarnya. Dialah satu-satunya harta yang tak ada bandingannya di mataku saat ini. Tak ada harta apapun yang mampu menggantikannya, antara hidup dan mati. "Allahumaghfir laha war hamha wa'afiha wa' fua'anha". Do'a seperti ini yang dulu pernah ust. aku mengajarkan padaku, disetiap ba'da shalat aku lantunkan do'a ini, sekedar pengganti daya upaya beliau 56 tahun yang lalu. Bertahun-tahun rasanya beliau berdua tak pernah merasakan kebahgiaan hidup di dunia, kesehariannya selalu dihadang oleh ketidakpastian, kekurangan, kesedihan, kemelaratan, air mata, peluh, rasa penat yang mengkungkungnya seakan tak dirasakannya Allahu Akbar...Subhanallah' Hari ini aku mengenangnya, 1 januari tepatnya tahun seribu sembilan ratus lima puluh enam tahun yang lalu, pertama kali aku mengenal dunia ini.Dengan jerih payah, aku dibesarkan dengan do'a dan kepasrahan kepada Allah swt.Tak ada cita-cita yang tertancap di kalbunya agar anaknya menjadi orang besar, pejabat, konglomerat....tidak, yang ada adalah senandung do'a yang diajarkan oleh KH.Jauhari Khatib (Alm)"Jadikan anak-anak kami anak yang shalih, bermanfaat di dunia dan akhirat." Sebuah lantunan do'a yang biasa............namun dibalik do'a tersebut ada sesuatu yang lain dari do'a-do'a yang lainnya. Kini aku sudah menginjak usia 56 tahun, dengan seorang istri dan empat orang anak. Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan pendidikan S.2, sementara Istriku sudah selesai S.1, anak pertamaku juga menyelesaikan pendidikan hingga S.2 dan alhamdulillah Allah pertemukan dengan sosok wanita sebagai istrinya juga alumni S.2 UI. sementara yang kedua, sudah menyelesaikan S.1 dan yang ketiga baru smester VII, dan yang bontot baru SD kelas II, alhamdulillah......Engkau anegerahkan kemudahan bagi keluarga kami....aku yakin bahwa semua ini berkat do'a Ayahku dan Ibuku (alm).Terima kasih ayah, terima ksih Ibu....semoga kau berdua ditempatkan disisiNya. amien. Selengkapnya...
Senin, 26 Desember 2011
DUA JALAN.......
DUA JALAN......
Kehidupan manusia di dunia yg serba fana ini, pastilah akan bertemu dengan yang namanya kesulitan dan kemudahan, kesedihan dan keceriaan,keberuntungan dan kerugian, kebahagiaan dan kesengsaraan, itulah yang namanya sunnatullah. Tapi ada juga sosok manusia yang sombong dan takabbur kepada sang pencipta alam ini juga kepada kanjeng nabi Muhammad saw. Sangat keterlaluan memang, tapi mau dikata apa,mereka berargumentasi bahwa segala kesuksesan, kekayaan, martabat, pangkat yang mereka raih katanya hasil dari usaha dan jerih payahnya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan-Nya. Sungguh keterlaluan manusia semacam ini.Bagi manusia yang berakal,-ulul albaab- tentulah akan menyadari sepenuhnya bahwa sesuatu yang kita raih saat ini tidak terlepas dari campur tangan Alah SWT.Kita jadi orang kaya, jadi pejabat, jadi konglomerat, jadi konsultan, praktisi hukum dan lainnya, itu semua adalah kehendak Tuhan setelah kita berupaya sekuat tenaga, "Fa idza 'azamta fatawakkal 'alallaah".
Jumat, 23 Desember 2011
DERITA BERKEPANJANGAN...
Siapa sich yang mau dibelit penderitaan berkepanjangan ???? aku kita di dunia ini gak mngki ada seorang manusia menginginkannya. Mungkin ada satu dua..tentunya orang yang tidak waras. Penderitaan itu bisa muncul karena ulah diri kita sendiri....sebab kata Allah," Allah tidak akan merobah nasib seseorang jika dia tidak merobah dirinya sendiri." Ya mungkin banyak anak manusia menderita karena kebodohannya, ada juga karena kemalasannya, atau karena idak mampu berkomunikasi, yach akibatnya penderitaan demi penderitaan datag bertubi-tubi. Karenanya mulai saat ini mari kita berjuang dalam hidup ini sekuat mungkin agar yang namanya penderitaan itu tidak mendekati kita. Semoga imbauan ini menjadi cemeti bagi kita untu perjalanan panjang kita. amin. Selengkapnya...
Selasa, 08 November 2011
LEGA RASANYA.........
Alhamdulillah lega rasanya bisa istirahat walau hanya 1 hari full. Bayangkan berhari-hari, dari sabtu ke sabtu gak ada istirahatnya, ada saja acara, baik acara keluarga, teman, tetangga, kantor, pengajian, yach macem-macem urusannya, ada yang ngurusin jenazah, ada yang mau nikah, ada pula yang mau ikut ujian paket C, belom silaturrahmi ke anak, sikecil mau renang, nganterin ibu keliling kota tangerang....mendata PAUD, membuat bahan ajar, power point, yang jelas komplit....... Tapi pagi ini aku bisa duduk santai atau bisa rebahan sambil nonton acara dialog dg pak Mahfud MD, sosok pemimpin yang tegas, jujur dan konsekuen. Aku ingin seperti dia dan aku tetap berusaha sepertinya. Sesekali aku bangun menuju meja makan, kubuka sesaji, yach masih komplit...ada semur daging...ada opor,,,,,ada sate kambing....tak ketinggalan ada apel, anggur, kelengkeng...alhamdulillah Allah sangat sayang pada kita.....dan alhamdulillah walau hanya sedikit aku juga bisa mengamalkan apa yang disenyalir oleh alquran...."Orang-orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jln Allah, maka Allah akan membalas baginya 700 kali lipat." sunguh sangat rugi bagi para sahabat dan rekan2 yang gak mau mengamalkan firman Allah ini. Ini sungguh ibadah obral dariNya....aku katakan demikian...sebab terbalik.....diberbagai pertokoan mengadakan obral harga....sudah pasti kita semua berduyun-duyun mendatanginya, menyambut obral tersebut......tapi mengapa sich jika ada obral pahala dari Allah kita pura-pura gak tahu, acuh tak acuh, na'udzubillah. Selengkapnya...
Senin, 07 November 2011
PANAS.....PANAS......PANAS.......
Sungguh hari ini tepatnya tanggal 7 november 2011 panasnya minta ampun.....aku membayangkan bagaimana di dalam kubur...yang aku tau disana gak ada kipas, gak ada despenser, gak ada kulkas, yang ada adalah dinding-dinding tanah liat yang bakal menghimpit kita, jika kita kurang membawa bekal alias amal ibadah. Apalagi aku sedang mengajar di kelas yang gak ber kipas dan ber AC, waduh gerahnya....anak-anak berteriak-teriak kepanasan...dan terpaksa aku suruh mereka berteduh di bawah pohon yang rindang, dan yang berada disitulah aku mempraktekkan pembelajaran out door....dan alhamdulillah anak-anak lupa dengan "panas" mereka senang sambil tertawa-tawa....lupa mereka sesungguhnya mereka sedang belajar. Tapi bagi seseorang yang berakal dan mau berpikir, panas bisa dimaknai dengan sebuah kenikmatan yang sangat besar., Coba saja kita bayangkan apa yang terjadi di Thailand, Tiongkok, Amerika.....di Jakarta....banjir....banjir....mereka penghuninya ingin ada panas walau hanya sebentar, sebagi penghangat badan yang semakin menciut karena diselimuti kubangan air bah dari mana-mana.....bersyukurlah kita yang berada disuasana panas......minum air es nikmat rasanya, minum cendol dicampur kelapa muda apalagi....ah hanya bagi orang-orang yang gak mau berpikir...selalu menggerutu dengan apa yang Allah anugerahkan..afalaa tatafakkaruun.....afalaa ta'kiluun.....afalaa tadzakkaruun.... Selengkapnya...