Kamis, 06 Maret 2014

HATI YANG MELUKA......

Setiap manusia pasti memiliki hati, ada hati yang sakit, ada yang sehat dan ada pula yang  mati. Bagi seseorang yang memiliki hati yang sakit, pastilah ia dalam kehidupannya selalu sering menyalahkan orang lain, tak ada kebenaran dimatanya kecuali "Salah", ia selalu suburkan rasa kesombongannya, ketakabburannya, keakuannya, sulit menerima kebenaran orang lain, sulit menerima saran dan pendapat orang lain, hatinya karat ditumbuhi penyakit hati, sebuah penyakit yang tak ada dokternya, kecuali dirinya data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5OjcBCgoKDQwNGg8PGjclHyU3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3N//AABEIAFoAhwMBIgACEQEDEQH/xAAbAAACAgMBAAAAAAAAAAAAAAAFBgQHAAIDAf/EADgQAAIBAwMBBAcGBgMBAAAAAAECAwAEEQUSITEGQVFhExQiMnGBkQdCUqGxwRYjQ2KC0TOy4RX/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAACAwQAAQX/xAAnEQACAgEEAQMEAwAAAAAAAAAAAQIRAwQSITFBBROBIlFh4RQyQv/aAAwDAQACEQMRAD8AUra7khIBJxR2y1NJAFJOfzHnUFtNdV5UnBweOlRZIHgbcAVYGoWeh0Muq2I1KzEyLuuYgTtH9QeFLlmz2xBHXOSfE0Y0jVNoCuTkVK1WwS+ia709QZsZkiHVvMDx8q4Ni15C0irq/ZySLrLBiVfIdDSa1mRIQR0po7Gzql3HCx3LIvo2z0wa73ulbZiwX3Tg0XaKtPLa2hU9RPXFbLaeVNyaUWjB21zbSiG92haLY5ExX9U8q0Nr5U1PphC+7XIaac+7XA9yoV3sye6vDp5C7iKb7bR2kbJXiuk2l5O0LwKJITPKuhBlsT4VClsymSRVhTaPsUs68Uu6nbZJVRwKITuUuhOnTB4qOVxRi5ttpPFDpY8GiQqSIxryuhXFZXQQhJquprLvW+uN3m2c/LpRbS9Wll/larH6SNjxMB7a58e4j86karpFvp0jW7M892jYfYvsRnwJ7z5D691dtH057qYQ+hkcycLgdDSbYr24sy9sGt8SwsGjYZV1PBHlW2nanJbSqcnH6edNRTTrBIdFlQOiA+muF52yHw8h/uheraH6m75IKYyAo4I7iK7VnJY5Y6td9BSOKKaSHVdPAD7s3EI4xz74H6/Xxo9Pe6YtzKLi9t13MSMPn9KrqyeeKQhZmiZTgL3H40MuwbO7eJThRyvPca5uos0WBZ24tl1aU2nXqmK2u4JX7lDcn5VNk0pSAdtUlZXkkciujlWB4IOMVdfYq7vdR0NLjUCrksRG+OWA7z86bjlvdNAa/Sz0i3qVo1k0obfdrRNHz0Sg/avtqbSeWz0xVDRkq8zc8+QpHn1u+nctLdTOTzy5rk8kE6XIWn0mpyx3N0WwdOSGIIq4Y1i6YiLuYCq40btZqNjOhNw8sefajkbcCPn0q2Le4iv7GG6gP8uVAw8vKjxyjPok1eHNpmt/T8itqlrvyFGBSpqVkFzheasO+iBB4pV1WNVB8a0kFhnfBXmoWuCcil+6UKabNXPJxSneHmgKGgc/Wva8fPhWUQstTS9LjjvTqGs3kQtCxckOGMpPPAHNGLztJp6IYtGtRCTwZyuGx5eFI1vclsD0CfU0Utl34yiL/lS26XA3FghacjuFV2yOc0Z1m4eCysd0azwNCAUY4IxkZU9xodFGi8l1+RzRK6tzqOjJHCC8lu54H4T/AOj86CHFj9Z9UF+BbngsXj9YjuhEM4YSgqc/oT8KXL6cXFyXXOwAKpPUgd9WnoHZ9JdIuoL2LaLgheRzx3j4Um9oey02kzuspOOqNjhh5Vmn2M9Olijmq+RchYg1Z/2XajqMk72CZey2lnz/AEvMfHwqsvRlXwatH7KBqiel2Qp/89zl5HGDux9099Fj/uiz1jb/ABZN18gDtpoNxol7l39JDMSY5O8+OfOlh5Nq07fajb30WqrcXkqPBIMQBG91R3Y/ekK4fAAxSsiqbSG6CUsmnhKTtnaKY7h1q7+xUbp2Vst/VgzAeRY4qjNOhN3dJFu2J1dz91e8073vaqZRFbW0jLBEgRFB4AHAosc1B2Rerw92MYJ9clj3aEggFR8WFAL3SmuG2m4jBPOFIJpGk129kb2Xc48a6JqNyrK0juAPbkOfex0H1pry34PEjjlDphyfsfbzk77uLP8Ac5/YUq692afTZVUWqyI4yskeWDUdtb+UnDMd33vKiSN63byWkjkek5jb8L9316VrsKGZqX1PgrKTSLlj7Ntj/GspkmZo5WjkLKykgg9xr2g3npewhSty+RyaK2yO2P8AdCYZ0XqRU6HU406HNdasGGShgs4GyM0f01zbuGWRlI71OKTYdWdyAigVPi1SKPBuLkA/hXk0KVDZS3KmWNaaimVMshY+JNT71bDWbI2t2m5T7rDqp8RVZp2iUezaxY/ufk0Y0jU5ZJQ08pI8Kcp+CHJpv9LigN2k7J3Wjyek2+ltWPszKOPgR3Gnv7NLDULXSjNcT4tJvahh64/u8vhRO31S0mtjBMqSIy4ZWAII867aNp6WqTwWcrCwmBKxljuhY9dp8D+RrsMaUrQvVa3Llwe3kXz9/wBlXduIZP4lkhlvvW2ZgNw+5n7p8MeVcVsdNX+W1vuf8TMaLX/YPVW1SWOIFoUbKzk43A9MeJ/Sj38NtJDH676JJgAC3e306GkbJOTtFmbV7cUIYp9LxwJ8em6YU432+45Ox+Cfnmsfs7NgGxnt5+efSEoR9AaM6z2VukRXtcso8OaCMmpWJO6NsCtsoieeUvJuNL1pRhbG2HdlWz+9TI9KvGhzdBY5M87eenQ/vUNO0F7GPbB2jrxUu31tZj7Ttk+fFZJAvI2ZFberjaoqUrELzWNKsoypBrmSeldE0RdbgNygvIxmVcLKB1Pg1ZUuN3U5Q4IrKFxTLsOscIKLVlPiXxNbLclegzUasp4Nsm+tStxvIHgOKkQSnxoaprvG+DQtD4SD9rNjFF7a8YAYbFK8E1EIJ+nNAUWmN9jqLqwG6nnR9bWOFELfnVT29zgjmilvqTKRhjRxlTEZsKyKi0L3WUGCrfnUYakl0pUnkdKQpdUZ15Y100vUz62sbNxJ7I57+7/Xzot9k60qjHgcrmQXtnPZyEB8ZjbOPapTvINd0uaJTcFoQuTFMd4kHxPT5YorcTkYYeGfiKkCa21GwSG6cB4XDLufblfD60ElZtm1XXDBNnbQ6vuAtmtZMnKNyrDyPd8D+dBNT0p9PlJjJGOoNMs+ty25MNlsjjXo4XljWjXkWtRG2vtq3f3HPAfyPnWVdMVlwTrfHr7CxDevHj2sURhv9w9rmhmpaTNaswGQQeVPBFDoZZYTznA61miZTGsXCseOK9oFb3yScd9ZQ0GmV5WVlZTSo9rZWrSve+sdTJEcmKlxT476HrXRDQtD4yYXjufOpKXWO+g6Guyk+NCNsLetnHWvPXCpBVsEHIPhQ4E+NauTWNZZGnX66hYbx76rux5dGHyP61DlmKkihfYsn0oGTjMn/Wpl3/yCtIGHlG3rAIx9K0LhuGz5HvFQ88muprIGTroMR6ik0IttTyy9I7lRkjyNRNR0eWNBNFtkhYZV16NXGPmNweRtpo7Ge1pd2rcqGyAenQ0S7ojz4o7XNFczKyP+EjwrKOdqURb9tqqOe4VlYjP/2Q== cepat menyadari akan adanya penyakit yang bersarang dalam jiwanya,


Ada pula manusia yang hatinya sehat, artinya manusia yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, marhamah, suka membantu kegamangan seseorang, suka meringankan kepenatan hidup saudaranya, hatinya bersih, jernih sejernih air pegunungan yang tak tercemarkan dan tak terkontaminasi apapun, ikhlas berbuat, baik dikala sepi atau di saat ramai, baik dikala sedih ataupun dikala suka, tak ada sekat diantara keduanya......kehidupannya berjalan apa adanya..sungguh sangat bahagia seseorang yang memiliki hati sehat.

Yang ketiga ini adalah hati yang mati. Mati segalanya, tak ada kebaikan yang ia lakukan, tak ada kemanfaatan yang ia perbuat, dalam perjalanan hidupnya hanya semata kemaksiatan, dosa-dosa yang ditumpuk, kebohongan, kecongkakan, ketidakjujuran, menyembunyikan kemunafikan....bermuka ular, manis di muka pahit dibelakang...bak blangkon jawa, bejendol di dibelakang mulus di depan.....maknakan sindiri....
Ayo jauhi sifat ini/...kita berdoa kepada Pangeran Allah SWT, agar kita ditetapkan dalam hati yang muthmainnah yang kelak akan mencerminkan sebuah pemandangan indah saat kita berpulang menghadapNaya....
Selengkapnya...

MENUNGGU RASA MENANGGUK DUKA......

 Dalam hening awan berarak melukis bingkai kesendirian,
di gelap mata nanar tancapkan kerinduan,
pada siapa tatapan asa kibarkan aroma nirwana,
menyapu diri meminta asa tersangkut di wajahmu layu,
dan serpihan itu terbang bersama awan mengibas kelabu,
satukan sukma jadikan bongkahan cita di angkasa raya,
bak para Malaikat turun membawa secangkir anggur merah,
kibaskan diri pada wajah seorang Raja angkara murka
dan ditancapkan pada dada kecongkakannya.

Dalam gelap aku sendiri mengais pecahan asa,
jelujur diri dengan kanfas lusuh di altar iu,
sesekali ku lambaikan pinta itu dalam-dalam
selimuti dinginnya sekepak doa di sudut kamar,
yang pasti ada sejumput asa dilukis bersama Gatotkaca,
atau Sang Pangeran Diponogoro,
merangkak-rangkak telusuri tetesan rintik di bibir dedaunan,
jatuh satu-satu di jemari para prajurit,
berdarah-darah sambil berteriak-teriak :
Hei......menolehlah kalian..!!!!!!
Hei .....Kembalilah kalian !!!!!!
Hei..... Kibarkan Sang Saka !!!!
dan tancapkan tonggak perdamaian abadi di lautanmu,
agar semua pada tau bahwa peperangan itu hanya satu,
KEBODOHAN Selengkapnya...

Rabu, 05 Maret 2014

TANJUNG PRIOK MEMBARA..........

Ledakan mengelegar di gudang amunisi pada hari rabu tgl 5 maret 2014 Tanjung Priok, di Pondok Dayung....korban berjatuhan sebanyak 15 orang . Semua korban dikirim ke Rumah Sakit Mintoharjo di UGD. Kondisi krban sangat mengnaskan, badan korban tertutup dg debu, pakaian koraban compang camping, ada satu ambulance lagi datang.....berisi korban dari ledakan peluru,

Sampai jam 01.10 keluarga korban atau kerabatnya belum ada yg datang.....suasana rumah sakit mintoharjo ini dipadati oleh pengunjung yg ingin melihat, awak media juga tdk ketinggalan, ada polisi juga menjadi korban, ada juga korban dari masyarakat umum, sayang kru mass media tidak bisa mendekat pada korban...berjarak 50 meter.....seluruh korban kelihatan tidak sadarkan diri, bercak darah sangat mengerikan...hanya saja kami tidak bisa mengkorfirmafi secara detail mengingat garis pilice line sudah dibentangkan.

Inilah yang namanya musibah, yang satu bergembira membuka acara Basarnas di Merak, dan yang lain bergelimpangan, inilah hidup ada yang tertawa ada pula yg bercucuran air matanya. Karenanya belajarlah bersyukur atas segala anugerah sang Pencipta, pastialah..ada manfaatnya dibalik itu semua.
Semoga goresan ini menjadikan pelajaran penting bagi kita semua...... Selengkapnya...

MENGENANG KEMATIAN...........

 Adakalanya manusia lupa, alpa, pura-pura gak ingat akan kematian, karena terlalu disibukkan dengan kelezatan dunia, misal; mabuk asmara, menumpuk harta, menjunjung martabat, mencari popularitas, mencari kepuasan hidup....padahal semua itu adalah fatamorgana semata. Firman Nya :d"Wamal hatud unya illaa mata'ul ghuruur". Kehidupan di dunia ini bak fatamorgana.. semakin kita kejar maka ia akan semakin jauh dari kita. Kehidupan dunia ini seperti panggung sandiwara, suatu saat jika skenario yang ditulis oleh Sutradara telah selesai, maka pastilah layar akan diturunkan, dan pertunjukan itu menandakan selesai, begitulah hidup...ujung-ujungnya akan ditutup olehNya. Penonton pertunjukan kehidupan tersebut mungkin ada yang bersorak sorai, ada pula yang kurang puas berteriak-teriak minta diulang, ada juga dari sebagian penonton sedih, gundah gulana, karena pertunjukan sudah selesai dan tidak akan ada lagi pertunjukan semacam ini.........

Inilah manusia, mencicipi kelezatan, kemewahan, kenikmatan hanya sesaat, kata Kanjeng Nabi Muhammad takriran arbaiena au sittiena sanatan....yach manusia diberi nikmat istirahat di dunia ini sekitar 40 atau 60 tahun saja....... benar apa yang disenyalir oleh Imam Al-Ghazali, dalam kitab klasiknya,"Ihyya 'Ulumuddien" menjelaskan bahwa kehidupan ini laksana seorang musyafir yang sedang berteduh di bawah pohon besar karena hujan turun sangat lebatnya, jika hujan itu telah reda, pastilah si Musyafir tersebut akan bergegas tuk berangkat menuju tujuannya semula. Itulah kehidupan........

Karenanya Manusia, diminta untuk selalu sadar diri dengan kehidupan ini, perbanyaklah ibadah kepada-Nya, perbanyaklah berbuat baik terhadap orang lain, baik lewat zakat, Infaq, Shadaqah, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, sebab kata Kanjeng Nabi kita "Khirun naasi anfa'uhum lin Naas". Jika kita tidak mampu berbuat seperti itu, yach berbuatlah sesuai dengan apa yang kita miliki, mungkin dengan tenaga, pikiran, do'a atau dengan diam, artinya kita belajar diam dengan berbagai aktifitas yang orang lain perbuat........sebab masih banyak manusia..membantu tidak, tapi mencela, menghina, menyalahkan masih dominan....Jauhi sifat ini. Selengkapnya...

Selasa, 04 Maret 2014

SEMAIKAN KESABARAN......

Bencana demi bencana menimpa negeri kita tercinta ini, begitu pula dibelahan bumi lain, bencana silih berganti gak ada remnya seolah-olah gak ada habis-habisnya. Hari ini, mungkin kita hanya seorang yang hanya bembaca berita bencana, kemudian kitapun mengulurkan tangan, membantu. Akan tetapi besoknya boleh jadi encana yang kita alamilah yang dibaca oleh orang lain, kemudian gantian kitalah yang menerima uluran tangan saudara kita. Bencana dalam bentuk apapun dalam kehidupan manusia memang tidak mungkin dihindari, karena semua itu merupakan rencana dari Allah SWT. untuk menguji keimanan hambanya dalam hal kesabaran. Sambil dibalik bencana itu sesungguhnya pula Allah SWT. telah siap menyediakan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman yang mampu menerima bencana itu dengan kesabaran. Jadi, bagi orang-orang yang mengetahui aturan main kehidupan dari Allah SWT. bencana bukanlah sesuatu yang ditakuti. Biasa-biasa saja. Sejauh dirinya mampu merasakan Selengkapnya...

KUINGIN MELUKIS WAJAHMU.............

Dalam dekap malam aku sendiri kibaskan kanfas taburkan kerinduan di mata sang Guru besar di batas Kerajaan di sebuah penantian ada sosok memanggil sendiri... Kibarkan langkamu sarungkan sayapmu dalam dadamu titipkan kerinduan iu di ucuk nirwana senja... agar ratapan anak angsa semburatkan asmaradana di ujung matamu pada setiap langkah yang satukan rohmu di lautanmu gemuruh alirkan cat-cat cinta di bibirmu.. sementara ada sapa di balik kesendirian itu tuk melangkah nantikan janji di akhir malam itu Kau satukan suara hampa Kau tebarkan rindu itu dalam dada Kau sanjungkan aromamu dalam kecupan Para Malaikat di pintu Arrayyan.. Sementara gemuruh lelehkan air mata yang melukis bingkai kesendirian di malam itu Kau dekap aku dengan FirmanMu Kau peluk aku dengan sabdamu Pada malam Pada siang dan kau terlelap sendiri di situ aku melukis wajahmu dengan sajadah panjang dan buliran akik merah yang semburkan rasa Rasa abadi Rasa sendiri Rasa Nya. Selengkapnya...

MENJARING TERANG DI KESENDIRIAN MALAM............

Sudah menjadi sunnatullah, setiap individu manusia sudah selayaknya mengidam-idamkan sebuah "Terang" dalam kehidupannya. Maka jika ada manusia tidak menghendakinya, itulah manusia sombong, takabbur kepadaNya. Sementara Sang Penguasa selalu memberikan kesempatan dan peluang bagi hambaNya untuk selalu meraih kehidupan yang serba terang. Masih ingat betul firmanNya :" Wab taghi fima atakallah daarul akhirat, walaa tansa nashibaka minad dunya"......Sebuah imbauan yang sangat bijaksana, artinya kita diberi kemudahan dan dispensasi mahal olehNya, untuk memilih diantara keduanya, baik kehidupan dunia ataupun kehidupan akhirat. Artinya, kita akan bahagia kelak dalam kehidupan akhirat itu semua akan punya korelasi erat dengan raihan kita saat kita di dunia. Karenanya, mencari dunia itu sangat dianjurkan oleh Sang Penguasa. Karenanya .....ayo kita bergegas untuk menumpuk kekayaan dunia, dengan catatan hanya semata-mata untuk sangu dan bekal ke khirat. Bukan untuk berfoya-foya, pamer, sok gagah, sok the have.......itu semua dilarang dalam agama; "Innalllaha la yuhibul musrifien"...Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Mencari dan mempersiapkan kehidupan akhirat juga sangat penting dan urgent sekali, keurgenannya, seperti tubuh kita yang membutuhkan "roh", roh kehidupan yang abadi. Keabadiannya tak ada batasnya. Inilah tujuan utama setiap individu manusia yang mengharapkan ridha Allah subhanahu wata'ala. Yang menjadi kerinduan saat ini adalah...mampukah kita mencapai ke bibir pengharapan selama ini ?????? hanya dengan do'a dan usaha yang maksimal yang Insya Allah akan tercapai sekalipun : " Al Insanu bit tafkier wa Allah bid Tadbier"......Man proposes and God Disposes......Manusia berencana dan Allahlah yang akan menentukankannya. Selengkapnya...

Senin, 18 Juni 2012

SUDONO SALIM TELAH BERPULANG.....

Pelajaran penting bagi setiap manusia, baik yang kaya raya, pejabat puncak, intelektual, para Kiyai, orang jelata pasti akan didatangi kematian, cepat atau lambat pasti mengunjungi kita. Makanya kalian jangan sombong kepada orang-2 kecil, jangan suka merendahkan orang-2 kecil, menghina kekurangan orang lain dan sebagainya. Yang diharapkan mari kita hayati sebuah kematian, lihat aja contoh nyata seperti Bapak Sudono Salim orang terkaya dan terbanyak perusahaannya di Indonesia, kini telah berpulang........paling-paling hebatnya hanya dikubur di Singapura, diramaikan oleh kerabatnya dan koleganya.... gak tau apakah mereka ikhlash atau ada udang dibalik batu........ ia hanya disemayamkan di dalam sebuah peti dari kayu.... yah paling kekuatannya hanya 5 tahun sampai 10 tahun......pasti sudah lapuk dan cacing-cacing tanah, ulat akan banyak mengerubungi tubuhnya......digerogoti sampai membusuk..... apa ada temannya yang membantunya ?????? gak ada coiiiiiii........ Karena itu marilah selagi kita masih hidup, baik dalam kekurangan dan kelebihan.....manfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah bekal kita saat akan menghadapNya. Perbanyak amal ibadah, rajin bersedekah, berinfak dan membantu kesusahan orang lain.....insya Allah kelak ketika kita dipanggil oleh Allah...pastilah kita akan tergolong pada olongan "Husnul khotimah".......amin.

Selengkapnya...

Minggu, 03 Juni 2012

MENYEMAI KESABARAN.......

Bencana demi bencana menimpa negeri kita tercinta ini, begitu pula dibelahan bumi lain, bencana silih berganti gak ada remnya seolah-olah gak ada habis-habisnya. Hari ini, mungkin kita hanya seorang yang hanya bembaca berita bencana, kemudian kitapun mengulurkan tangan, membantu. Akan tetapi besoknya boleh jadi bencana yang kita alamilah yang dibaca oleh orang lain, kemudian gantian kitalah yang menerima uluran tangan saudara kita. Bencana dalam bentuk apapun dalam kehidupan manusia memang tidak mungkin dihindari, karena semua itu merupakan rencana dari Allah SWT. untuk menguji keimanan hambanya dalam hal kesabaran. Sambil dibalik bencana itu sesungguhnya pula Allah SWT. telah siap menyediakan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman yang mampu menerima bencana itu dengan kesabaran. Jadi, bagi orang-orang yang mengetahui aturan main kehidupan dari Allah SWT. bencana bukanlah sesuatu yang ditakuti. Biasa-biasa saja. Sejauh dirinya mampu menyikapi bencana yang dialaminya dengan kesabaran dan keikhlasan hingga diapun mendapatkan pahala yang besar. Oleh sebab itu bagi siapapun diantara kita yang terkena bencana, janganlah kita mengeluh, apalagi marah-marah. Disamping sia-sia belaka, karena bencananya tidak hilang, lebih dari itu malah mendapat bencana lanjutan, yaitu bencana dosa karena sikap kita yang buruk. Untuk itu, mari kita hadapi bencana apapun yang menimpa dengan penuh kesabaran sampai pada akhirnya kita bisa merasakan bahwa sesungguhnya kesabaran itu begitu terasa sangat indah dan damai di hati. Kemudian kitapun tersenyum dengan bencana tersebut, Subhanallah.

a Selengkapnya...

Selasa, 07 Februari 2012

MENGUNDUH KASIH ALLAH

Berbicara tentang kasih pastilah akan kita bahas pula tentang sayang. sebab dua kata ini antara kasih dan sayang akan kita temui di setiap denyut kehidupan kita di alam yang fana ini. Tanpa rasa kasih dan sayang sudah sewajarnya manusia itu akan hampa dalam hidupnya. Bayangkan bagaimana kita sebagai ayah atau ibu di sebuah biduk rumah tangga jka didalamnya tak ada rasa kasih sayang. apa yang akan bakal terjadi.Maka tidak aneh jika kita dengar dari berbagai mass media ada seorang suami berani berselingkung dengan orang lain, sementara istrinya menunggu di rumahnya dengan penuh pengabdian yang tulus, ini kan akibat terkelupasnya rasa kasih sayang diantara keduanya.Ada pula sepasang remaja yang sedang dimabuk asmara, salah satunya berani membohongi pasangannya dengan berbagai dalih dan argumentasi, yang pasti hal ini bisa terjadi akibat retaknya kasih sayang diantara keduanya.

Dari pengalaman dan hipotesa yang terjadi bisa kita bayangkan bahwa "Kasih" dan "Sayang" Allah tak ada duanya untuk kita harapkan dan kita idam-idamkan. Kehidupan yang hakiki semestinya memang dipunyai oleh setiap insan ciptaan Allah.Tapi adakalanya ada manusia yang sombong dan takabbur kepada nikmat Allah SWT. padahal kata Allah dalam firmanNya,"Lain syakartum la azidannakum, walain kafartum inna adzabi lasyadied," Jika kamu bersyukur dengan nikmat Allah, pastilah Dia akan menambah dengan nikmat lainnya, dan jika kufur dan gak mau mensyukurinya..ingatlah bahwa siksa Allah sangat pedih. Selengkapnya...

Jumat, 20 Januari 2012

MENDIDIK DIRI SENDIRI......

Mendengar kata "mendidik" kedengarannya angker sekali, bayangkan tugas mendidik itu kan bukan sembarang orang....palin tidak yang sudah belajar tentang kepribadian, tekhnik mendidik, psikologi anak dan lain sebagainya. Yang sudah belajar bertahun-tahun saja masih ada saja yang kurang berhasil, entah apa yang salah, apa gurunya, atau lingkungannya, atau muridnya yang kurang antusias dalam belajar, banyak jawaban yang mendukung pada pertanyaan yang meragukan itu.

Kata kunci yang harus kita pahami adalah, kita usahakan dari dalam diri sendiri dulu, semisal bagaimana berbicara, berpakaian, bertindak, hatta sampai bagaimana kita berjalan. Itu semua akan dicontoh oleh sang murid. Wajar kalau ilmuwan pendidikan mengatakan bahwa"Contoh itu merupakan pembelajaran berkarakter yang paling hebat." Apa yang bakal terjadi jika ada seorang pendidik berbicara di depan kelas misalnya dengan kata-kata kotor, tidak mendidik, cabul dan sebagainya....pastilah murid-murid akan dengan segera menirunya. Karenanya mari mulai sekarang kita koreksi diri sendiri dalam bertatap dengan murid, inilah yang dimaksud dengan mendidi. Jadi yang selama ini terapkan pada lingkungan murid saat kita mengajar, baru pada tahap mengajar bukan mendidik. Sebagai contoh, kita menyuruh murid sebelum berangkat sekolah sarapan pagi,....eeeee sang guru sendiri belum sarapan pagi.......bagaimana akan barakah....... perlu dipikirkan... Selengkapnya...

SANDIWARA KEHIDUPAN...............

Kalau kita cerna dan direnungkan....sungguh kehidupan ini mbak anak kecil yang bermain gunung-gunungan pasir di pinggir pantai. Bayangkan, mereka bersibuk-sibuk mengumpulkan pasir sebagai bahan mainannya, dengan susah payah mereka bangun gunung-gunungannya sesuai dengan kehendak mereka, tapi sesaat kemudian hancur berantakan disapu ombak yang datang gak kompromi dengan hasil karya mereka. Tapi anak-anak tertawa ria, senang, merasa puas........tapi ada pula yang bersedih hati, sebab mainannya [gunung-gunungannya] belum selesai. Itulah kehidupan yang fana in...... Karenanya, marilah dalam mengisi kehidupan ini, perbanyaklah ibadah kepada Allah, dalam artian ibadah dari sudut manapun sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bukankah ibadah itu tidak hanya shalat ansich ?????? masih banyak wajah-wajah ibadah lainnya yang menunggu kreatifitas kita, seperti membantu anak yatim, memberi makan orang miskin, membangun mushalla, memperbaiki jalan setapak, menuntun atau menyebrangkan nenek/kakek2 yang hendak menyebrang, mengajari anak-anak tetangga mengaji, wudlu', shalat dan lain sebagainya. Insya Allah jika semua ini kita lakukan dengan sepenuh hati alias ikhlas....pastilah Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda pahala, dan yang tak kalah pentingnya lagi, kita akan tergolong pada hamba yang selalu bersyukur "'Abdan syakuuraa".

Selengkapnya...

Kamis, 19 Januari 2012

PASPORT KEMATIAN........

Kematian tak ubahnya seperti kita mempersiapkan persyaratan mau naik haji atau umroh.Yah persiapan KTP, Surat nikah, KK, Ijazah, surat keterangan dari tempat kerja, semuanya di foto copy dan harus bermaterai. Setelah itu baru didaftarkan kepada petugas Imigrasi, setelah dicek baru si peminat diberi surat permohonan dan disuruh menunggu untuk wawancara hari berikutnya. Pada hari yang ditentukan baru kita wawancara, dan disuruh menungu lagi kira 4-7 hari baru selesai.....waduh sulit amet sich pengurusan keimigrasian Indonesia......apa gak ada jalan lain untuk bisa disederhanakan prosedurnya ?????? sungguh aku berniat dan bernazar, andaikata aku menjadi menteri Humkam insya Allah segala yang bertalian dan tetek bengik persuratan lainnya aku akan permudah...kasihan orang-orang yang antri bukan saja muda-muda, ada lho yang sudah berusia lanjut......kan kasihan berdiri berjam-jam hanya untuk menunggu giliran pengecekan. Kematian juga demikian,....surat-surat yang ada di louh mahfudh Allah perintahkan kepada petugasnya yakni malaikat Izrail untuk segera diproses sesingkat mungkin, kapan ia turun ke bumi ini untuk menjemput kita. Mungkin pagi hari, siang hari atau malam hari. Di kala kaya, miskin, sehat, sakit, tak berdaya semuanya Allah yang berkehendak.Tapi yang jelas kata Nabi saw, 100 hari manusia akan dicabut oleh Allah sesungguhnya yang bersangkutan telah mengetahuinya dan merasakannya bahwa kematian sudah dekat, hanya saja kita-kita yang disampingnya tidak sadar ke arah itu...... sungguh itu semua rahasia Allah SWT. Kematian memang tak seorang pun yang berani menghadapinya, ada-ada saja argumentasi yang dikemukakan, entah itu masih banyak dosa, anak belum gede, belom punya menantu, hutang belum terbereskan dan masih banyak lagi alasan klasik yang di lontarkannya. yang jelas mereka manusia itu takut "MATI" padahal kata Nabi saw. Allah akan mencabut roh seseorang tentunya yang paling baik di mata Allah swt. jadi kalau demukian orang-orang yang lebih awal dipanggilNya adalah termasuk hamba pilihan sementara yang belum tentunya masih jauh dari harapan Allah.......astaghfirullah........

Selengkapnya...

Selasa, 17 Januari 2012

MENJELANG KEMATIAN...

Ketika dua malaikat itu datang aku terkapar seorang diri diatas dipan lapuk di sudut kamar pengap istriku disampingku anak-anakku disebelahku teman-temanku terpaku melihatku dengan sesajian ayat-ayat alquran aku sendiri berdialog dengan sang tamu tersebut aku dituntun keduanya asyhadu alla ilaaha illah Allah waasyhadu anna Muhammadar Rasulullah terkesiap angin sorgawi menyapu dadaku satu-satu sambil tersenyum aku lambaikan tangan dan wajahku ke hadiratNya sementara para sahabat berdiri kaku tak percaya bahwa aku sudah dalam pelukan Ilahi....

Selengkapnya...

Senin, 26 Desember 2011

TAHUN BARU KUKENANG DIKAU........

Lima puluh tahun yang lalu, Allah swt. lewat sosok Ibu yang sangat sederhana lahirlah diriku sebagai seorang bayi yang seperti anak kebanyakan. Aku menangis mengisyaratkan bahwa aku butuh setetes air susu Ibu. Namun Ibu masih tergelepar seorang diri, berlumur darah dan nafas yang terengah-engah. Hanya seorang nenek tua membantunya ala kadarnya. Dialah satu-satunya harta yang tak ada bandingannya di mataku saat ini. Tak ada harta apapun yang mampu menggantikannya, antara hidup dan mati. "Allahumaghfir laha war hamha wa'afiha wa' fua'anha". Do'a seperti ini yang dulu pernah ust. aku mengajarkan padaku, disetiap ba'da shalat aku lantunkan do'a ini, sekedar pengganti daya upaya beliau 56 tahun yang lalu. Bertahun-tahun rasanya beliau berdua tak pernah merasakan kebahgiaan hidup di dunia, kesehariannya selalu dihadang oleh ketidakpastian, kekurangan, kesedihan, kemelaratan, air mata, peluh, rasa penat yang mengkungkungnya seakan tak dirasakannya Allahu Akbar...Subhanallah' Hari ini aku mengenangnya, 1 januari tepatnya tahun seribu sembilan ratus lima puluh enam tahun yang lalu, pertama kali aku mengenal dunia ini.Dengan jerih payah, aku dibesarkan dengan do'a dan kepasrahan kepada Allah swt.Tak ada cita-cita yang tertancap di kalbunya agar anaknya menjadi orang besar, pejabat, konglomerat....tidak, yang ada adalah senandung do'a yang diajarkan oleh KH.Jauhari Khatib (Alm)"Jadikan anak-anak kami anak yang shalih, bermanfaat di dunia dan akhirat." Sebuah lantunan do'a yang biasa............namun dibalik do'a tersebut ada sesuatu yang lain dari do'a-do'a yang lainnya.

Kini aku sudah menginjak usia 56 tahun, dengan seorang istri dan empat orang anak. Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan pendidikan S.2, sementara Istriku sudah selesai S.1, anak pertamaku juga menyelesaikan pendidikan hingga S.2 dan alhamdulillah Allah pertemukan dengan sosok wanita sebagai istrinya juga alumni S.2 UI. sementara yang kedua, sudah menyelesaikan S.1 dan yang ketiga baru smester VII, dan yang bontot baru SD kelas II, alhamdulillah......Engkau anegerahkan kemudahan bagi keluarga kami....aku yakin bahwa semua ini berkat do'a Ayahku dan Ibuku (alm).Terima kasih ayah, terima ksih Ibu....semoga kau berdua ditempatkan disisiNya. amien. Selengkapnya...

DUA JALAN.......

DUA JALAN...... Kehidupan manusia di dunia yg serba fana ini, pastilah akan bertemu dengan yang namanya kesulitan dan kemudahan, kesedihan dan keceriaan,keberuntungan dan kerugian, kebahagiaan dan kesengsaraan, itulah yang namanya sunnatullah. Tapi ada juga sosok manusia yang sombong dan takabbur kepada sang pencipta alam ini juga kepada kanjeng nabi Muhammad saw. Sangat keterlaluan memang, tapi mau dikata apa,mereka berargumentasi bahwa segala kesuksesan, kekayaan, martabat, pangkat yang mereka raih katanya hasil dari usaha dan jerih payahnya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan-Nya. Sungguh keterlaluan manusia semacam ini.Bagi manusia yang berakal,-ulul albaab- tentulah akan menyadari sepenuhnya bahwa sesuatu yang kita raih saat ini tidak terlepas dari campur tangan Alah SWT.Kita jadi orang kaya, jadi pejabat, jadi konglomerat, jadi konsultan, praktisi hukum dan lainnya, itu semua adalah kehendak Tuhan setelah kita berupaya sekuat tenaga, "Fa idza 'azamta fatawakkal 'alallaah".

PUSAT INFORMASI DAN KONSULTASI HABA INSTITUTEDalam prespektif agama, manusia itu akan disodorkan oleh Allah dua jalan untuk dipilih dalam sepenuh hidupnya, Fujur dan Taqwa. Kanan dan kiri, gelap dan terang, celaka dan selamat, tinggal kita sendiri yang diminta oleh Allah, mau yang mana...???? Banyak diantara kita dalam perjalanan hidupnya memilih jalan fujur. Suatu jalan yang hanya mementingkan kehidupan sementara, kenikmatan sesaat, mereka sudah tidak mengenal dengan apa yang Sang Khalik serukan, "Faman ya'mal mitsqaladzarratin khairay yarah, wa may ya'mal mitsqala dzarratin syarray yarah," Tapi ada juga sahabat kita yang namanya manusia memilih jalan taqwa, sepanjang perjalan hidupnya,tidak terlepas dari nuansa agama, dari mencari rezki, mendidik anak istri, mengajar, berorganisasi, bermasyarakat, semuanya berkiblat pada aturan agama. Jika baik ia lakukan jika tidak baik ia tinggalkan, jika merugikan pihak lain ia tidak lakukan, dan jika mendatangkan kebahagiaan dan kemanfaatan orang lain dengan senang hati ia lakukan. Sungguh mulai manusia semacam ini. mari kita mulai mencontoh dan melaksanakan mulai detik ini. amien.
Selengkapnya...

Jumat, 23 Desember 2011

DERITA BERKEPANJANGAN...

Siapa sich yang mau dibelit penderitaan berkepanjangan ???? aku kita di dunia ini gak mngki ada seorang manusia menginginkannya. Mungkin ada satu dua..tentunya orang yang tidak waras. Penderitaan itu bisa muncul karena ulah diri kita sendiri....sebab kata Allah," Allah tidak akan merobah nasib seseorang jika dia tidak merobah dirinya sendiri." Ya mungkin banyak anak manusia menderita karena kebodohannya, ada juga karena kemalasannya, atau karena idak mampu berkomunikasi, yach akibatnya penderitaan demi penderitaan datag bertubi-tubi. Karenanya mulai saat ini mari kita berjuang dalam hidup ini sekuat mungkin agar yang namanya penderitaan itu tidak mendekati kita. Semoga imbauan ini menjadi cemeti bagi kita untu perjalanan panjang kita. amin.

Selengkapnya...

Selasa, 08 November 2011

LEGA RASANYA.........

Alhamdulillah lega rasanya bisa istirahat walau hanya 1 hari full. Bayangkan berhari-hari, dari sabtu ke sabtu gak ada istirahatnya, ada saja acara, baik acara keluarga, teman, tetangga, kantor, pengajian, yach macem-macem urusannya, ada yang ngurusin jenazah, ada yang mau nikah, ada pula yang mau ikut ujian paket C, belom silaturrahmi ke anak, sikecil mau renang, nganterin ibu keliling kota tangerang....mendata PAUD, membuat bahan ajar, power point, yang jelas komplit....... Tapi pagi ini aku bisa duduk santai atau bisa rebahan sambil nonton acara dialog dg pak Mahfud MD, sosok pemimpin yang tegas, jujur dan konsekuen. Aku ingin seperti dia dan aku tetap berusaha sepertinya. Sesekali aku bangun menuju meja makan, kubuka sesaji, yach masih komplit...ada semur daging...ada opor,,,,,ada sate kambing....tak ketinggalan ada apel, anggur, kelengkeng...alhamdulillah Allah sangat sayang pada kita.....dan alhamdulillah walau hanya sedikit aku juga bisa mengamalkan apa yang disenyalir oleh alquran...."Orang-orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jln Allah, maka Allah akan membalas baginya 700 kali lipat." sunguh sangat rugi bagi para sahabat dan rekan2 yang gak mau mengamalkan firman Allah ini. Ini sungguh ibadah obral dariNya....aku katakan demikian...sebab terbalik.....diberbagai pertokoan mengadakan obral harga....sudah pasti kita semua berduyun-duyun mendatanginya, menyambut obral tersebut......tapi mengapa sich jika ada obral pahala dari Allah kita pura-pura gak tahu, acuh tak acuh, na'udzubillah. Selengkapnya...

Senin, 07 November 2011

PANAS.....PANAS......PANAS.......

Sungguh hari ini tepatnya tanggal 7 november 2011 panasnya minta ampun.....aku membayangkan bagaimana di dalam kubur...yang aku tau disana gak ada kipas, gak ada despenser, gak ada kulkas, yang ada adalah dinding-dinding tanah liat yang bakal menghimpit kita, jika kita kurang membawa bekal alias amal ibadah. Apalagi aku sedang mengajar di kelas yang gak ber kipas dan ber AC, waduh gerahnya....anak-anak berteriak-teriak kepanasan...dan terpaksa aku suruh mereka berteduh di bawah pohon yang rindang, dan yang berada disitulah aku mempraktekkan pembelajaran out door....dan alhamdulillah anak-anak lupa dengan "panas" mereka senang sambil tertawa-tawa....lupa mereka sesungguhnya mereka sedang belajar. Tapi bagi seseorang yang berakal dan mau berpikir, panas bisa dimaknai dengan sebuah kenikmatan yang sangat besar., Coba saja kita bayangkan apa yang terjadi di Thailand, Tiongkok, Amerika.....di Jakarta....banjir....banjir....mereka penghuninya ingin ada panas walau hanya sebentar, sebagi penghangat badan yang semakin menciut karena diselimuti kubangan air bah dari mana-mana.....bersyukurlah kita yang berada disuasana panas......minum air es nikmat rasanya, minum cendol dicampur kelapa muda apalagi....ah hanya bagi orang-orang yang gak mau berpikir...selalu menggerutu dengan apa yang Allah anugerahkan..afalaa tatafakkaruun.....afalaa ta'kiluun.....afalaa tadzakkaruun.... Selengkapnya...

PUAS....PUAS...PUAS...

Siapa yang gak kenal si Tukul.....sipembawa acara bukan empat mata itu ????? yang pasti semua masyarakat sudah tahu, dialah saat ini sebagai pelawak intelek, pelawak intertaint yang ak ada duanya, pelawak yang gaklepas dengan laptopnya, pada hal ia cuma membaca apa yang ada di layar laptop, tapi memang hebat....diksi dan retorika pembawaannya seakan-akan sangat meyakinkan......apalagi bahasa inggrisnya blepotan, tapi dengan keluguannya itu ia digandrungi oleh berbagai lapisan masyarakat, sampai-sampai masyarakat Malaysia datang ke acara bukan empat mata ini. Ini pertanda dari saking diidolakannya. Tapi yang menjadi pertanyaan pemirsa....sudahkah seperti si Tukul alias Re...renaldi itu sudah merasa puas..????? ternyataburu....sebab dia ia masih kurang puas...buktinya ia masih membuat acara lain yang ditayangkan di TV lain, keluarganya merasa puas ???? juga tidak, malah ada selentingan, kata istrinya, "Semakin tinggi dan terkenal seseorang akan semakin menanam kepedihan, kerinduan, kebersamaan", cetusnya. Kepedihan ? yach sebuah perasaan yang jika ia gak ada di rumah, muncullah kepedihan itu, entah apa....yang jelas pedih...pedih...dan pedih. Kerinduan ???? jelas, setiap individu manusia itu pasti memiliki "kerinduan" entah itu rindu kekasih, rindu keluarga, rindu anak and soon. Kebersamaan ???? waduh yang satu ini kata istrinya, jangan ditanya lagi, sudah jarang yang namanya bersama-sama, berjalan bersama seperti dulu, ngobrol bersama seperti masa-masa awal perkenalan kita berdua, yang jelas sudah semakin tergerus oleh ketenaran.........malah kini sudah menjadi milik orang lain....dikerubuti ibu-ibu lain, gadis-gadis lain....wajar dong aku cemburu, sebab dia suamiku yang sah........hahahahahaaaaa...spektakuler...mendunia....dan sensual....kata si Vega.... Selengkapnya...